Tulang Bawang Barat,sergap88.com– Polres Tubaba, Polda Lampung menggelar latihan pra operasi (Latpraops) Operasi Ketupat Krakatau 2026, Kegiatan ini dilakukan dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, bertempat di aula Sarja Arya Racana Mapolres Tubaba, Kamis (12/03/2026
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Tubaba AKBP Sendi Antoni, S.I.K., M.I.K, didampingi dengan Wakapolres Kompol Zaini Dahlan, S.H., M.H. dan Kabag Ops Akp Sainudin.
Lat Pra Ops dihadiri oleh pejabat utama Polres Tubaba para Kapolsek, dan seluruh personel yang akan bertugas dalam Operasi Ketupat Krakatau 2026.
Kapolres mengatakan bahwa Operasi Ketupat Krakatau 2026 ini akan dilaksanakan selama 13 hari, Mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Tujuan operasi menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif sekaligus menjamin kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.
Kapolres Tubaba menambahkan, Latpraops digelar untuk memastikan seluruh personel memahami potensi kerawanan yang mungkin terjadi selama operasi berlangsung.
“Latpraops ini bukan formalitas, momentum ini harus dimanfaatkan untuk mengidentifikasi berbagai potensi kerawanan dan merumuskan cara bertindak yang paling efektif selama operasi berlangsung,” ungkap AKBP Sendi Antoni
Dalam operasi tersebut, Polres Tubaba melibatkan 116 personel yang tergabung dalam lima satuan tugas, yakni Satgas Preemtif, Preventif, Kamseltibcarlantas, Gakkum, dan Banops. Personel nantinya akan melaksanakan berbagai kegiatan seperti patroli, pengamanan, rekayasa lalu lintas, penegakan hukum hingga pelayanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan, seluruh personel harus mempersiapkan diri secara optimal meskipun Operasi Ketupat merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun.
“Walaupun banyak personel sudah berulang kali mengikuti Operasi Ketupat, saya minta tetap mempersiapkan diri seolah-olah baru pertama kali melaksanakan operasi agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi secara maksimal,” ujarnya.
Pengamanan difokuskan pada sejumlah titik strategis. Di antaranya tempat ibadah, jalur mudik dan balik, pusat perbelanjaan, objek wisata, serta permukiman warga.
Selain itu, pengamanan juga dilakukan di terminal, stasiun, SPBU, perbankan, hingga lokasi yang rawan kemacetan dan kriminalitas.
Kapolres menambahkan, terdapat beberapa indikator penting yang menjadi perhatian utama selama pelaksanaan Operasi Ketupat, salah satunya terkait keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
“Setidaknya ada empat indikator yang harus menjadi perhatian, salah satunya adalah kamseltibcarlantas yang menjadi indikator paling penting dalam Operasi Ketupat,” tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga akan mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas lainnya seperti meningkatnya mobilitas masyarakat, rumah kosong saat ditinggal mudik, keramaian pusat perbelanjaan dan wisata, hingga potensi bencana alam.
“Semua potensi kerawanan harus diantisipasi sejak awal agar pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)







